Berita

Dari Makna Kehidupan hingga Strategi Kehumasan, Mahasiswa Magang Presentasikan Buku Favoritnya di LitTalks ke-8


Jakarta, 2 Juni 2026 — Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali menyelenggarakan LitTalks (Literacy Talks) yang memasuki edisi ke-8. Pada kali ini, kegiatan bedah buku ini mengusung tema “Mencari Makna, Membangun Citra”. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus refleksi bagi mahasiswa magang di lingkungan Biro Hubungan Masyarakat, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas. Kegiatan dibuka oleh Bapak Sab`in RM selaku Koordinator Mahasiswa Magang yang mewakili Kepala Biro. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan semangat para mahasiswa magang yang telah menghadirkan perspektif baru selama menjalankan tugas di Bappenas. Pada sesi pertama, Amira Shofia Putri, mahasiswa Sastra Jerman Universitas Indonesia, membedah buku When Breath Becomes Air karya Paul Kalanithi. Melalui kisah seorang dokter bedah saraf yang menghadapi diagnosis kanker stadium akhir, Amira mengajak peserta merefleksikan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat, makna kehidupan, serta nilai kemanusiaan. Menurutnya, pesan dalam buku tersebut relevan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, Tsahrina Shinta Febrianti, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, membahas buku Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations karya Rosady Ruslan. Presentasinya menyoroti peran Public Relations sebagai fungsi manajemen strategis yang bertanggung jawab membangun reputasi organisasi melalui komunikasi yang etis, terbuka, dan berbasis kepercayaan publik. Ia juga menekankan bahwa prinsip-prinsip dasar kehumasan, seperti open communication dan kepatuhan terhadap kode etik profesi, tetap relevan di tengah perkembangan era digital. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta mengenai pembangunan manusia, literasi, etika komunikasi publik, hingga praktik kehumasan di lingkungan pemerintahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga sarana untuk menghubungkan berbagai gagasan dengan konteks pembangunan dan tugas kelembagaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa magang tidak hanya berlatih membaca secara kritis, tetapi juga belajar mengaitkan literatur koleksi milik Perpustakaan Pembangunan Indonesia dengan isu-isu yang relevan bagi Kementerian PPN/Bappenas.



Kepala Perpusnas RI Tinjau Pameran dan Layanan di Perpustakaan Pembangunan Indonesia


Jakarta, 19 Mei 2026 - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, melakukan kunjungan ke Perpustakaan Pembangunan Indonesia usai menghadiri pertemuan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas. Turut hadir pula Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Joko Santoso beserta jajarannya dan didampingi oleh Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, bersama tim Perpustakaan Pembangunan Indonesia dan Galeri Pembangunan Indonesia. Kunjungan diawali dengan meninjau Pameran Cipta Karya Karsa: Orkestrator Pembangunan yang menampilkan perjalanan pembangunan Indonesia melalui arsip, dokumentasi, dan koleksi pustaka. Tim Perpusnas juga melihat berbagai terbitan internal Kementerian PPN/Bappenas yang pengurusan ISBN-nya didampingi oleh Perpustakaan Pembangunan Indonesia sebagai bagian dari pelestarian pengetahuan institusi. Selain itu, rombongan turut mengunjungi perpustakaan utama dan melihat berbagai layanan serta koleksi interaktif di Galeri Pembangunan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, E. Aminudin Aziz menyampaikan apresiasi atas perkembangan Perpustakaan Pembangunan Indonesia yang dinilai semakin baik dan aktif menghadirkan layanan pengetahuan. Ia juga mendorong agar Perpustakaan Pembangunan Indonesia segera mengajukan akreditasi perpustakaan khusus guna memperkuat standar dan kualitas layanan perpustakaan. Sementara itu, Ketua Tim Perpustakaan Pembangunan Indonesia, Dhara Hubayastuti, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut yang menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kepala Perpusnas berkunjung langsung ke Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas.



LitTalks Edisi ke-7: "Kebijaksanaan dari Waktu ke Waktu”


Rabu, 15 April 2026 - Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali mengadakan Literacy Talks (LitTalks) yang ke-7 dengan mengusung tema "Kebijaksanaan dari Waktu ke Waktu”. Kegiatan ini dibuka dengan arahan oleh Bapak Ardhian Budi Nugroho, kepala Biro Humas, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan, yang menekankan pentingnya memanfaatkan koleksi perpustakaan oleh setiap mahasiswa magang sebagai sarana mengasah pembelajaran kritis, sekaligus mendorong lahirnya kontribusi pemikiran yang relevan bagi lingkungan Kementerian PPN/Bappenas. Kegiatan kali ini menghadirkan dua narasumber yaitu Rizqi Naufal Nabhan dari jurusan Ilmu Sejarah, Universitas Negeri Semarang dan Mutiara Dzikri Agustina dari jurusan Administrasi Publik, Universitas Padjadjaran. Rizqi mengulas buku berjudul “Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit: Di Luar Jawa dan Luar Negeri” yang menyoroti sejarah kejayaan Majapahit dan memberikan wawasan mengenai konsep wilayah Nusantara. Sementara itu, Mutiara mengulas buku “Analisis Kebijaksanaan Publik” yang menekankan bahwa analisis kebijakan harus berfokus pada perumusan masalah secara tepat agar mencegah lahirnya kebijakan yang salah sasaran. Melalui LitTalks, Perpustakaan Pembangunan Indonesia akan terus memfasilitasi kegiatan literasi yang memperluas perspektif serta mendorong kontribusi pemikiran dalam konteks pembangunan nasional.



Perpustakaan Pembangunan Indonesia Mengadakan Craftarian pada HUT Bappenas ke-79


Jakarta, 12 April 2026 — Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali mengadakan acara Crafting with Librarian (Craftarian) yang menjadi bagian dari program Akhir Pekan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kementerian PPN/Bappenas yang ke-79. Pada edisi kedua ini, Craftarian hadir dengan tajuk “Craftarian: DIY Book Cover Adjustable” yang mengajak peserta untuk membuat sampul buku (book cover) menggunakan kain flanel. Melalui aktivitas seni, kegiatan ini hadir sebagai wadah kreatif untuk memberikan suasana baru yang menarik di perpustakaan. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dhara Hubayastuti, koordinator Perpustakaan Pembangunan Indonesia, yang membimbing para peserta untuk mempraktikkan teknik menjahit menggunakan tusuk feston. Meskipun banyak peserta yang mengaku belum bisa menjahit dasar, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar dan berkreasi bersama-sama. Antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 30 orang dan didominasi oleh masyarakat umum. Bagi beberapa peserta, ini pertama kalinya mereka mengunjungi kantor Bappenas. Mereka mengaku sangat senang dapat mengikuti Craftarian, sekaligus mengenal Bappenas secara lebih dekat melalui program Akhir Pekan yang santai dan kreatif. Acara ini diharapkan mampu memperkenalkan Perpustakaan Pembangunan Indonesia kepada khalayak yang lebih luas, serta menjadi upaya untuk kembali menghadirkan program-program yang menyediakan ruang berkreasi dan ekspresi diri di perpustakaan.



Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas Laksanakan Serah Simpan Karya Cetak (SKCKR) "Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025-2045"


Jakarta, 11 Maret 2026 - Sebagai bentuk kepatuhan terhadap amanat pelestarian hasil karya bangsa, Kementerian PPN/Bappenas melalui Perpustakaan Pembangunan Indonesia, secara resmi menyerahkan terbitan internal kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta pada 10-11 Maret 2026 . Penyerahan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR). Adapun terbitan yang diserahkan adalah buku kajian strategis berjudul "Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025-2045 (Pala, Lada, Cengkih, Kayu Manis, Vanili, dan Temulawak)". Buku "Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025-2045" merupakan salah satu publikasi penting dari Kementerian PPN/Bappenas yang memuat arah kebijakan dan strategi pengembangan komoditas rempah unggulan Nusantara selama dua dekade mendatang. Melalui dokumen ini, diharapkan tercipta sinergi lintas sektor dalam mengembalikan kejayaan rempah Indonesia di pasar global melalui proses hilirisasi yang bernilai tambah. Pelaksanaan penyerahan SKCKR ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata komitmen Kementerian PPN/Bappenas dalam memperkaya koleksi literatur nasional. Dengan diserahkannya karya cetak ini ke Perpusnas RI dan Perpustakaan DKI Jakarta, dokumen perencanaan strategis pemerintah dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini juga sekaligus memastikan bahwa rekam jejak pembangunan nasional, khususnya terkait kebijakan ekonomi dan sumber daya alam, dapat terdokumentasi, terhimpun, dan terawat dengan baik sebagai bagian dari kekayaan literasi bangsa (Deposit Nasional). Ke depannya, Perpustakaan Pembangunan Indonesia Kementerian PPN/Bappenas akan terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan penyerahan terbitan internal secara berkala, guna mendukung terciptanya ekosistem informasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.



LitTalks #6 Bahas Komunikasi dan Keteladanan Lewat Koleksi Perpustakaan


Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali menyelenggarakan LitTalks (Literacy Talks) edisi ke-6 sebagai ruang diskusi literasi bagi pemustaka. Kegiatan ini mengulas dua buku koleksi perpustakaan bertema “Komunikasi dan Keteladanan”, yakni Bicara Itu Ada Seninya dan Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan. Diskusi menghadirkan dua narasumber dari Universitas Bina Bangsa, yaitu Lapina Lia dari jurusan Ilmu Pemerintahan dan Lapina Lena dari jurusan Ilmu Komunikasi. Lapina Lia mengulas keteladanan Hoegeng sebagai sosok birokrat berintegritas, di mana nilai kejujuran dan kesederhanaan tidak hanya menjadi sikap pribadi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik. Buku tersebut dinilai relevan sebagai studi kasus nyata dalam pendidikan karakter dan diskusi reformasi birokrasi. Sementara itu, Lapina Lena membahas pentingnya komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Melalui buku Bicara Itu Ada Seninya, peserta diajak memahami bahwa konflik kerap muncul akibat pilihan kata dan emosi yang tidak terkelola, serta bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan keterampilan yang dapat dilatih. Melalui LitTalks, Perpustakaan Pembangunan Indonesia terus mendorong budaya literasi yang interaktif dengan menjadikan buku sebagai sarana refleksi dan penguatan kapasitas diri.



Book Tower: Menjelajahi Ragam Dimensi Cinta Lewat Buku bersama Bappenas Reading Club


Jakarta, 11 Februari 2026 — Perpustakaan Pembangunan Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan Book Tower yang berkolaborasi dengan Bappenas Reading Club (BRC) pada Rabu (11/02) di Pojok Perpustakaan, Menara Bappenas. Kegiatan bertajuk “Book Tower: Menumpuk Buku, Menumbuhkan Rasa” ini bertujuan untuk menjadi ruang berbagi bacaan dan bercerita, sekaligus sarana mempromosikan perpustakaan agar lebih dekat dengan generasi muda di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas. Pada pertemuan kali ini, Book Tower mengangkat tema cinta. Para peserta membawa buku bertema cinta versi mereka, yang bahkan beberapa di antaranya adalah koleksi unggulan perpustakaan, yakni Perempuan Berkisah dan Seribu Kisah; Sebuah Kasih. Setiap peserta menumpuk buku-buku tersebut dalam satu meja, seakan membentuk menara (tower) dan menceritakannya secara bergantian. Adapun buku-buku yang dipilih membahas berbagai tema, mulai dari dinamika cinta dalam hubungan, kasih sayang keluarga, hingga pentingnya berdamai dengan diri sendiri. Melalui sesi ini, para peserta tidak hanya mendapatkan rekomendasi bacaan baru, tetapi juga memahami nilai cinta yang universal dan dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan. Setelah sesi bercerita, kegiatan pun dilanjutkan dengan bertukar “surat cinta” yang ditulis oleh setiap peserta. Surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diambil secara acak oleh mereka. Dalam sesi ini, tiga orang perwakilan juga berkesempatan untuk membacakan surat yang didapatkan untuk membagikan pesan yang tertulis di dalamnya. Melalui kegiatan Book Tower, Perpustakaan Pembangunan Indonesia dan Bappenas Reading Club diharapkan dapat terus berkolaborasi untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas, serta terus menciptakan ruang inklusif bagi para pegawai melalui kecintaan terhadap buku.



“Komunikasi itu Kunci” Jadi Bahasan Seru dalam Diskusi Buku LitTalks Terbaru


Jakarta, 13 Februari 2026 - Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan LitTalks (Literacy Talks) yang ke-5, sebagai ruang berbagi bacaan dan diskusi kritis antar pemustaka. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi yang mempresentasikan buku pilihan mereka dengan tema besar komunikasi, mulai dari konteks bisnis, manajemen proyek, hukum siber, hingga politik. LitTalks menegaskan bahwa komunikasi merupakan kebutuhan strategis bagi lembaga, tidak hanya untuk membangun citra, tetapi juga menunjang efektivitas kerja dan pengambilan keputusan. Sesi pertama disampaikan oleh Lailatul Nazila, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Politeknik Negeri Jakarta, yang mengulas buku Communicating by Letter. Ia menekankan bahwa komunikasi tertulis yang profesional sangat berkaitan dengan pekerjaan magang di bidang persuratan, khususnya dalam penyusunan surat resmi dan korespondensi antarinstansi, serta relevan dengan kompetensi kebahasaan yang dipelajarinya. Pemaparan dilanjutkan oleh Raffael Sauqi Atilah dari Universitas Gunadarma melalui buku Project Management, yang menyoroti bahwa sekitar 90 persen keberhasilan manajemen proyek ditentukan oleh kualitas komunikasi, bukan aspek teknis semata. Isu hukum dan keamanan digital dibahas oleh Tasya Dwi Putri Desinta dari Universitas Al Azhar Indonesia melalui buku Membangun Cyberlaw Indonesia yang Demokratis, yang menekankan pentingnya cyberlaw dan cybersecurity di tengah meningkatnya risiko pelanggaran data. Sesi berikutnya disampaikan oleh Febi Azahra, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, yang mengulas buku Komunikasi Politik dan Sistem Politik Indonesia karya Alfian, yang menyoroti peran komunikasi dalam sistem politik nasional. Seluruh presentasi mendapat penilaian dari senior serta diselingi diskusi dan tanya jawab, memperkuat LitTalks sebagai wadah penguatan literasi dan pembelajaran bersama.



LitTalks edisi ke-4: Mengulik Sejarah dan Budaya Indonesia Melalui Literatur


Jakarta, 2 Februari 2026 — Perpustakaan Pembangunan Indonesia menggelar agenda rutin LitTalks (Literacy Talks) yang dipadukan dengan presentasi hasil magang oleh empat mahasiswi Universitas Indonesia dari program studi Arkeologi yang telah menjalani magang di Biro Humas, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi dan memperkuat pemahaman literasi melalui koleksi buku Perpustakaan Pembangunan Indonesia, serta memberikan ruang untuk para peserta magang untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan selama bertugas di Galeri Pembangunan Indonesia. Keempat mahasiswi yang hadir sebagai pembicara adalah Nazwa Viransyah, Adinda Nur Syafi’i Putri, Khansa Nadia Prasista, dan Bintu Salma. Selaras dengan latar belakang akademik para pembicara yang berfokus pada kebudayaan dan kemanusiaan, buku-buku yang dipilih untuk diulas berkaitan dengan tema sejarah dan budaya. Topik yang dibahas juga beragam meliputi sejarah kebudayaan, masa VOC, hingga wawasan historis mengenai Indonesia dalam proses transisi politik menuju babak baru dalam sejarah nasional. Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan interaktif dengan menghadirkan berbagai wawasan menarik. Setiap peserta memaparkan gagasan dari buku yang dibahas secara terperinci dan menguraikan kelebihan dan kekurangannya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh senior di Kementerian PPN/Bappenas, serta perwakilan tim Galeri Pembangunan Nasional yang turut berbagi pengalaman dan memberikan tanggapan konstruktif. Hal ini mendukung Bedah Buku menjadi ruang pembelajaran bersama dalam memahami sejarah dan budaya, dan pengaruhnya terhadap dinamika pembangunan sosial di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Pembangunan Indonesia menegaskan perannya sebagai ruang pengembangan wawasan bagi mahasiswa magang di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas untuk mendorong kemampuan berpikir kritis serta budaya literasi para peserta secara berkelanjutan.



Perpustakaan Pembangunan Indonesia Menyerahkan Tiga Koleksi Buku kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Jakarta


Pada bulan Januari 2026, Perpustakaan Pembangunan Indonesia telah menyerahkan tiga koleksi buku ber-ISBN dari Kementerian PPN/Bappenas kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan Jakarta. Langkah ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) untuk menjaga kelestarian karya intelektual bangsa, serta memperluas akses pengetahuan pembangunan. Dalam kegiatan ini, ketiga buku yang diserahkan antara lain Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future, Kebijakan Perkotaan Nasional 2045, dan Investasi Antargenerasi: Arah Baru Kebijakan Indonesia di Akhir Transisi Demografi. Buku-buku tersebut mencakup beragam tema, mulai dari perjalanan Indonesia di Expo 2025 Osaka, kebijakan strategis untuk perkotaan, hingga proyeksi tantangan kependudukan. Sebagai lembaga yang merancang rencana pembangunan bangsa, Kementerian PPN/Bappenas juga berperan dalam menghasilkan berbagai publikasi yang tercatat resmi sebagai bahan pembelajaran bagi publik. Perpustakaan Pembangunan Indonesia pun akan terus berkomitmen agar kebijakan strategis nasional dapat diakses lebih luas oleh berbagai lapisan masyarakat.



Bersauh Kisah: Menggali Seni Pengasuhan Reflektif bersama Bappenas Reading Club


Jakarta, 21 Januari 2026 – Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali menggelar LitTalks yang berkolaborasi dengan Bappenas Reading Club dalam diskusi literasi bertajuk "Bersauh Kisah: Ngobrol Santai Buku Seru Favoritmu". Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (21/1) di Perpustakaan Pembangunan Indonesia, Gedung Madiun Lantai 2, Kementerian PPN/Bappenas. Mengupas buku The Book You Wish Your Parents Had Read, acara ini menghadirkan Rizky Bianco dari Direktorat Kemandirian Sosial dan Ekonomi sebagai pemantik diskusi. Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan adalah filosofi "Merawat Tanah". Dalam sesi ini, pengasuhan dianalogikan bukan sebagai upaya memaksa "tanaman" (anak) tumbuh dengan bentuk tertentu, melainkan fokus pada merawat "tanah" (lingkungan dan hubungan) agar subur. Dengan demikian, anak dapat tumbuh unik dan berakar kuat menjadi dirinya sendiri. Filosofi tersebut dapat diterjemahkan sebagai pentingnya kemampuan "mendengarkan dengan sungguh-sungguh" dan validasi emosi. Bagi lingkungan kerja, kemampuan ini merupakan soft skill krusial untuk menciptakan kolaborasi tim yang sehat dan inklusif. Diskusi juga mendalami prinsip "Keretakan dan Perbaikan" (Rupture and Repair). Konflik baik dengan anak maupun rekan kerja, ditegaskan sebagai hal yang tak terhindarkan. Namun, kepercayaan dibangun bukan dari kesempurnaan, melainkan dari kemampuan untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki hubungan. Nilai ini selaras dengan budaya kerja yang adaptif dan semangat untuk terus belajar. Acara ditutup dengan harapan agar wawasan ini dapat diterapkan dalam relasi sosial yang lebih luas, serta membantu membuka pandangan untuk menciptakan keseimbangan psikologis bagi pegawai, baik saat berada di rumah maupun di kantor.



LitTalks 2.0: Menggali Kepemimpinan dari Rak Buku Perpustakaan


Jakarta, 24 November - Perpustakaan Pembangunan Indonesia kembali menghadirkan LitTalks 2.0, melanjutkan keberhasilan LitTalks pertama yang digelar pada Juli lalu. LitTalks kali ini diinisiasi oleh Tim Dukungan Manajemen Strategis dan Perpustakaan Pembangunan Indonesia sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat peran kehumasan dan literasi khususnya di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas. Dengan tema “Bermimpi Hari Ini, Memimpin di Masa Depan” kegiatan ini mengajak para mahasiswa magang Biro Hubungan Masyarakat, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan untuk berbagi wawasan dari buku-buku pilihan koleksi perpustakaan. Para mahasiswa dari berbagai universitas mulai dari UHAMKA, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan UBSI, memaparkan gagasan dari buku-buku yang mereka pilih. Tema yang diangkat beragam, mulai dari administrasi, kepemimpinan, pengelolaan tim, pembinaan kinerja hingga topik yang makro seperti hubungan kepemimpinan dan perekonomian Indonesia. Para pembicara mengaitkan isi buku dengan pengalaman mereka selama belajar dan magang, sehingga diskusi terasa dekat dengan keseharian dan menambah perspektif baru bagi peserta. Tidak ketinggalan, kehadiran senior di Kementerian PPN/Bappenas seperti Bapak Budi Cahyono, Bapak Syaiful Afif, dan Bapak Sa’bin turut memperkaya diskusi melalui berbagai pengalaman mereka terkait administrasi dan kepemimpinan di Kementerian PPN/Bappenas. LitTalks 2.0 menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang yang menghubungkan ilmu, pengalaman, dan percakapan bermakna. Melalui kegiatan seperti ini, perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi, tetapi juga memfasilitasi proses belajar yang relevan dan inspiratif. Perpustakaan Pembangunan Indonesia akan terus menghadirkan kegiatan literasi yang mendukung pengembangan diri dan memperkuat budaya membaca di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas.



Serah Terima Karya di Perpustakaan Nasional RI: Komitmen Kementerian PPN/Bappenas dalam Pelestarian Kekayaan Intelektual Negara


Jakarta, 11 November 2025 – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) telah melaksanakan kewajiban serah simpan karya cetak dan karya rekam (KCKR) kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018. Kegiatan serah terima ini berlangsung di Kantor Perpustakaan Nasional RI, Jalan Salemba Raya Nomor 28a, Jakarta Pusat, dan diterima langsung oleh Tim Penerimaan Karya Cetak dan Karya Rekam, Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan, Perpusnas RI. Penyerahan ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian PPN/Bappenas sebagai instansi pemerintah penghasil karya untuk turut serta dalam pelestarian dan pendokumentasian kekayaan intelektual bangsa. Proses serah terima berjalan lancar, melibatkan pengecekan dan pencatatan oleh staf Perpusnas RI. Karya-karya dari Kementerian PPN/Bappenas yang diserahkan ini selanjutnya akan melalui proses koleksi dan katalogisasi untuk memperkaya khazanah koleksi nasional yang wajib dilestarikan. Diharapkan kegiatan ini menjadi kontribusi berkelanjutan dalam menjamin ketersediaan data bibliografi nasional sesuai UU KCKR.



Sinergi Pengelolaan Pengetahuan: Kementerian PPN/Bappenas Serahkan Koleksi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta


Jakarta, 10 November 2025 – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) berkontribusi dalam pelestarian kekayaan intelektual dengan menyerahkan sejumlah Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Penyerahan karya ini merupakan bentuk dukungan dalam memperkaya koleksi dan referensi di tingkat provinsi, serta memastikan dokumentasi karya yang dihasilkan instansi pemerintah tersedia bagi masyarakat di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan serah terima dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta oleh Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra. Langkah proaktif Kementerian PPN/Bappenas ini diharapkan dapat mendorong instansi pemerintah maupun produsen karya lainnya untuk aktif melaksanakan serah simpan demi koleksi daerah yang lengkap dan terawat, yang pada akhirnya bermanfaat untuk kepentingan penelitian dan pendidikan.



Penguatan Literasi dan Pengetahuan Digital melalui E-Resources Perpusnas RI


Jakarta, 8 Oktober 2025 – Dalam upaya memperluas akses pengetahuan di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas, Perpustakaan Pembangunan Indonesia berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Optimalisasi Pemanfaatan Layanan E-Resources Perpusnas RI” secara daring. Kegiatan ini menghadirkan Antariksa Akhmadi, S.Hum., MLIS, Pustakawan Layanan Bimbingan Pemustaka dan Literasi Informasi Perpusnas RI, yang membimbing peserta menelusuri fitur-fitur utama e-resources.perpusnas.go.id, portal digital yang memungkinkan siapapun mengakses ribuan jurnal ilmiah, e-book, dan referensi akademik berkualitas secara gratis dan legal yang dilanggan oleh Perpustakaan Nasional RI. Dari ScienceDirect hingga Springer Nature, dari Wiley hingga Taylor & Francis, semua tersedia dalam satu pintu akses. Peserta juga mendapatkan panduan praktis tentang cara menelusur informasi akademik dengan efektif serta pentingnya literasi informasi dalam mendukung riset dan kebijakan. Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan ini mempererat sinergi antara dua lembaga yang sama-sama berkomitmen membangun budaya belajar dan berbagi sumber ilmu pengetahuan di instansi pemerintah. Bagi pegawai Kementerian PPN/Bappenas, sosialisasi ini membuka peluang untuk menggali referensi lebih luas, mendukung analisis berbasis data, dan memperkuat kapasitas berpikir kritis dalam menyusun kebijakan perencanaan pembangunan.



Menguatkan Memori Kolektif Lembaga, Kementerian PPN/Bappenas Resmikan Galeri Pembangunan Indonesia dan Perpustakaan Pembangunan Indonesia


Jakarta, 12 September 2025 – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, didampingi Wakil Kementerian PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2019–2024, Suharso Monoarfa, meresmikan Galeri Pembangunan Indonesia (GPI) dan Perpustakaan Pembangunan Indonesia, sekaligus menandai selesainya rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya Nasional Gedung Utama Widjojo Nitisastro dan Ruang Djunaedi Hadisumarto 1-5. Galeri Pembangunan Indonesia hadir sebagai ruang edukasi publik yang menampilkan perjalanan perencanaan pembangunan bangsa dari masa ke masa. Lebih dari sekadar dokumentasi sejarah, GPI diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk memahami arah pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Selain GPI, turut diresmikan pula Perpustakaan Pembangunan Indonesia. Kehadirannya diharapkan menjadi penunjang kebutuhan informasi bagi pegawai Bappenas sekaligus rujukan terpercaya bagi masyarakat yang ingin memperdalam literatur seputar perencanaan pembangunan. Ketua Tim Bagian Perpustakaan, Dhara Hubayastuti, menekankan bahwa perpustakaan ini berperan penting dalam menjaga dan merawat memori kolektif lembaga, khususnya dokumen-dokumen pembangunan yang diterbitkan oleh unit-unit Bappenas, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas dan lintas generasi.



Craftarian 1.0: Crochet Ceria, Perpustakaan Hadirkan Ruang Kreativitas & Rekreasi Seru


Jakarta, 27 Agustus 2025 — Perpustakaan Pembangunan Indonesia Kementerian PPN/Bappenas menghadirkan inovasi kegiatan perpustakaan dengan menyelenggarakan Crafting with Librarian (Craftarian) dengan edisi perdana “Crochet Ceria: Belajar Crochet Seru, Hasilnya Lucu!” sebuah segmen program publik yang menggabungkan kreativitas, rekreasi, dan edukasi. Program diperkenalkan sebagai wadah kreatif yang menghadirkan pengalaman berbeda di perpustakaan melalui aktivitas seni dan hobi. Peserta diajak untuk belajar teknik dasar crochet, mulai dari mengenal alat dan bahan hingga mempraktikkan pola sederhana untuk menghasilkan karya berupa pembatas buku yang cantik. Suasana kegiatan terasa santai dan menyenangkan, diiringi dengan interaksi ringan antar peserta lintas unit yang semakin mempererat kebersamaan. “Craftarian 1.0: Crochet Ceria” dipandu langsung oleh Dhara Hubayastuti, Ketua Tim Perpustakaan, yang dengan antusias membimbing peserta pemula maupun yang sudah terbiasa dengan crochet untuk mengeksplorasi kreativitas bersama di perpustakaan. Kegiatan yang dihadiri oleh 34 peserta kali ini, tidak hanya menghadirkan pengalaman baru tetapi juga bermanfaat dalam meningkatkan fokus, mengurangi stres, dan memantik ide-ide segar di tengah rutinitas pekerjaan. Hadirnya program Crafting with Librarian (Craftarian) mencerminkan komitmen perpustakaan untuk menjadi lebih dari sekadar ruang baca, tetapi juga sebagai ruang rekreasi dan ekspresi diri. Inisiatif perdana ini sekaligus membuka jalan bagi rangkaian kegiatan kreatif berikutnya yang siap mempererat kebersamaan di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas.



Semarakkan Hari Kebaya Nasional dan Hari Anak Nasional, Galeri Pembangunan Indonesia Bekerja Sama dengan Perpustakaan Pembangunan Indonesia Menyelenggarakan Kegiatan Mendongeng dan Talk Show


Jakarta, 24 Juli 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 Juli, serta untuk menyemarakkan Hari Anak Nasional yang diperingati sebelumnya di 23 Juli, Galeri Pembangunan Indonesia Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan suatu rangkaian acara Talkshow Srikandi Inspiratif Bappenas untuk Masyarakat, Lomba Fashion Show Berkebaya dan Kegiatan Mendongeng bagi anak-anak Daycare Kementerian PPN/Bappenas. Dua dari ketiga rangkaian acara bertempat di Perpustakaan Pembangunan Indonesia yaitu kegiatan mendongeng dan talk show. Anak-anak dari Daycare Bappenas mengikuti kegiatan mendongeng yang berlokasi di Perpustakaan Pembangunan Indonesia. Harapannya kegiatan ini dapat memantik rasa ingin tahu dan interaksi mereka. Dengan mengenakan busana tradisional Indonesia, mereka tampak antusias mendengarkan cerita-cerita yang dibacakan secara interaktif. Sedangkan, event talk show yang menampilkan kedua narasumber yaitu Devie Lie dan Ruli Aprilia yang merupakan penerima beasiswa bergengsi LPDP dan Awardee Global Ambassador Scholarship. Talk show ini sangat inspiratif yang menggugah motivasi untuk pengembangan karir insan Bappenas dalam menuntut ilmu. Kehadiran mereka membuktikan bahwa perpustakaan kini bukan hanya ruang membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang inklusif, bahkan bagi anak-anak para pegawai. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perpustakaan untuk menjadi ruang pembelajaran yang hangat, menyenangkan, dan terbuka untuk semua kalangan.



LitTalks 1.0: Talk Show dari Perpustakaan, untuk Komunikasi yang Lebih Bermakna


Pada Jumat, 11 Juli 2025 Perpustakaan Pembangunan Indonesia menyelenggarakan, kegiatan talk show inspiratif bertajuk LitTalks (Literacy Talks): Inovasi Komunikasi Masa Kini dalam rangka menyemarakkan Hari Pustakawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 7 Juli. Kegiatan yang menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana peran komunikasi publik, khususnya kehumasan, bisa memperkuat citra perpustakaan dan pustakawan di era digital. Dengan menghadirkan Talk show ini menghadirkan empat mahasiswa magang dari Universitas Nasional, jurusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Humas. Masing-masing membawa satu topik yang berbeda namun saling terhubung. Uniknya, setiap paparan mereka mengacu pada koleksi pustaka yang tersedia di Perpustakaan Bappenas. Dengan begitu, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat rujukan, tetapi juga sumber menggali dan mendiskusikan suatu topik untuk memperkaya wawasan. Acara dibuka oleh Bapak Ardian Budhi Nugroho, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kearsipan, dan Tata Usaha Pimpinan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perpustakaan tidak lagi cukup menjadi tempat meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan perlu menjadi ruang inspiratif, tempat yang nyaman untuk mencari ide, berdiskusi, membangun kapasitas diri, bahkan merancang masa depan bersama. LitTalks menjadi salah satu langkah awal mewujudkan peran itu secara lebih nyata. Wawasan segar dari buku-buku pilihan perpustakaan Sesi pertama dipandu oleh Azwar Azhar, membahas topik-topik seputar personal branding dan promosi kreatif yang dekat dengan kebutuhan para profesional masa kini, termasuk pustakawan. Dibawakan oleh Bimo Aji Satrio membuka sesi ini dengan materi berjudul More Than Work: Personal Branding untuk Eksistensi Profesional. Merujuk pada buku “Connect! Membangun Hubungan Berlandaskan Rasa Percaya” karya Dale Carnegie & Associates, dan dilanjutkan oleh M. Daffa Roihandro dengan topik Smart Promotion: Menyebar Informasi, Menyentuh Hati Publik. Berdasarkan buku The Art of Copywriting yang ditulis oleh Asti Musman. Dalam kesempatan pertama Bimo menyoroti pentingnya membangun kepercayaan sebagai inti dari personal branding. Ia mengangkat kutipan menarik dari Carnegie yang berbunyi, “Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam dua bulan dengan menunjukkan minat pada orang lain daripada dalam dua tahun dengan berusaha membuat orang lain tertarik pada Anda.” Menurutnya, branding sejati justru tumbuh dari komunikasi yang tulus dan penuh empati. Setelah itu Daffa menjelaskan bagaimana kekuatan kata, desain visual yang konsisten, dan pendekatan yang humanis bisa membuat promosi perpustakaan menjadi lebih relevan dan menggerakkan. Ia menekankan bahwa promosi yang efektif bukan hanya soal menyampaikan informasi, melainkan soal membangun hubungan yang hangat dan mengundang partisipasi. Di era digital, strategi promosi yang cerdas mampu menjadikan perpustakaan tampil sebagai ruang yang terbuka, hidup, dan inspiratif. Membuka wawasan baru terkait humas hingga rebranding Sesi kedua dipandu oleh Ferontina dan berfokus pada peran humas dalam membangun citra institusi di ranah digital yang akan dipaparkan oleh Chika Kayla Azzahra menyampaikan paparan berjudul Rebranding: Saatnya Jadi Lebih Dekat, Lebih Relevan, dengan mengacu pada buku Business: The Key Concepts karya Mark Vernon. Serta Ivadella Fitriani dengan topik Public Relations 5.0: Kreatif, Adaptif, Kolaboratif yang merujuk pada buku Social Media Success for Every Brand karya Claire Diaz-Ortiz. Pembahasan Chika menekankan bahwa rebranding bukan soal pergantian nama atau logo semata. Lebih penting dari itu yaitu membangun makna baru yang lebih segar dan menciptakan hubungan emosional antara institusi dan publik. Chika mengajak peserta untuk melihat rebranding sebagai proses membangun kembali kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat yang dinamis. Masih senada dengan pembahasan Chika, Ivadella menyampaikan ada lima elemen penting dalam storytelling digital yaitu karakter, masalah, panduan, rencana, dan ajakan bertindak. Menurutnya, lembaga seperti perpustakaan juga perlu membangun narasi yang kuat dan konsisten agar bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mudah dicerna dan diingat publik. Menuju Perpustakaan Pembangunan Indonesia Keempat topik ini bermuara pada satu tujuan besar yaitu menggali berbagai strategi untuk Perpustakaan Bappenas menuju Perpustakaan Pembangunan Indonesia. Ide yang nantinya bukan sekadar perubahan identitas, tetapi penegasan peran baru perpustakaan sebagai pusat literasi pembangunan yang kolaboratif, strategis, dan terbuka untuk semua. Diskusi juga makin hidup dengan partisipasi dari para peserta. Salah satu usulan menarik datang dari peserta yaitu Saudara Bianco yang menyarankan agar koleksi buku fiksi diperbanyak. Menurutnya, fiksi sangat berperan dalam membangun imajinasi dan empati, dua hal yang penting bagi para perencana pembangunan untuk memahami dinamika masyarakat secara lebih utuh dan manusiawi. LitTalks membuktikan bahwa perpustakaan bisa menjadi tempat tumbuhnya ide-ide baru, bukan hanya tempat menyimpan buku. Talk show ini membuka ruang untuk melihat perpustakaan sebagai aktor aktif dalam komunikasi publik dan pembangunan literasi. Pada masa yang akan datang, Perpustakaan Pembangunan Indonesia akan terus menghadirkan program yang bukan hanya tentang membaca, tapi juga diskusi yang berguna untuk pengembangan kapasitas pegawai di Kementerian PPN/Bappenas.



SINOPSISKU (Sarana INspirasi, Obrolan, dan Pengetahuan Seputar ISi buKU) dengan tema Buku "Bappenas dalam Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1945-2025"


Pada Rabu, 26 Februari 2025, acara Bedah Buku dengan tema SINOPISKU (Sarana INspirasi, Obrolan, dan Pengetahuan Seputar ISi buKU) berlangsung dengan sukses. Acara ini mengangkat buku berjudul Bappenas dalam Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1945-2025, yang mengulas peran penting Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam pembangunan Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga dekade ketiga abad ke-21. Dalam acara tersebut, Bapak Randy Wrihatnolo selaku narasumber membahas bagaimana Bappenas, sebagai lembaga perencana pembangunan, memainkan peran krusial dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan Indonesia. Buku ini tidak hanya mengulas tantangan eksternal dan domestik yang dihadapi oleh Indonesia, tetapi juga bagaimana Bappenas berusaha merumuskan langkah-langkah untuk kemajuan bangsa di tengah dinamika tersebut. Lebih dari itu, buku ini menyoroti pentingnya "siasat" atau strategi dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang pembangunan. Salah satu poin yang menarik adalah bagaimana Bappenas menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional melalui kebijakan dan perencanaan yang matang. Buku ini juga mengungkapkan berbagai fenomena sejarah perencanaan pembangunan, termasuk perubahan paradigma yang mendasari perencanaan, serta evaluasi terhadap kebijakan, program, dan kinerja yang telah dihasilkan. Buku ini mencakup periode sejak awal kemerdekaan hingga pertengahan dekade ketiga abad ke-21, dengan fokus pada peran Bappenas dalam konteks perubahan konstitusi dan lingkungan strategis. Acara ini di pandu oleh Ibu Dhara Hubayastuti dan di Narasumberi oleh Bapak Rizang "Randy" Wrihatnolo selaku Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas, Diskusi yang hangat dan interaktif ini memberikan wawasan baru mengenai sejarah dan dinamika perencanaan pembangunan di Indonesia, serta tantangan besar yang masih harus dihadapi untuk mencapai Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan kita semua semakin sadar akan peran penting Bappenas dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, juga serta dalam pentingnya pemahaman sejarah sebagai pijakan untuk merancang masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.



Kunjungan Bapak Andrinof Chaniago ke Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas


Jakarta, 21 Oktober 2024 Perpustakaan Bappenas mendapati kunjungan istimewa dari Bapak Andrinof Chaniago Menteri Kementerian PPN/Bappenas periode 2014 - 2015. Selain berkunjung, beliau juga memberikan sumbangan berupa buku berjudul 9 Alasan dan 8 Harapan Memindahkan Ibu Kota, yang membahas secara komprehensif berbagai alasan serta harapan terkait pemindahan ibu kota negara. Sumbangan ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi pengunjung perpustakaan Bappenas, serta menjadi referensi penting dalam memahami kebijakan strategis pemerintah terkait perpindahan ibu kota.



Penyampaian Buku dari Bapak Hendra Kusumah, Manager Bidang Komunikasi Sekretariat SDI Tingkat Pusat


Jakarta, 17 Oktober 2024 Perpustakaan Bappenas kembali menerima tambahan koleksi penting dari program Satu Data Indonesia (SDI). Perwakilan dari SDI, yaitu Bapak Hendra Kusumah, selaku Manager Bidang Komunikasi Sekretariat SDI Tingkat Pusat menyerahkan dua buku berjudul Laporan Kinerja Satu Data Indonesia Semester 1 dan Mewujudkan SDI Berdampak: Capaian Kinerja Satu Data Indonesia Tahun 2023. Buku-buku ini merupakan hasil dari laporan kinerja SDI yang mencerminkan pencapaian program tersebut dalam upaya meningkatkan integrasi data nasional. Koleksi baru ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi yang berharga bagi pengunjung Perpustakaan Bappenas baik internal ataupun eksternal.



Pembinaan dan supervisi Perpusnas terhadap Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas


Jakarta, 3 Juli 2024 Kementerian PPN/Bappenas menggelar rapat pembinaan dan supervisi terkait pengelolaan Perpustakaan. Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan manajemen perpustakaan agar lebih efektif dalam mendukung kebutuhan informasi dan riset di lingkungan Kementerian Bappenas. Rapat dibuka oleh Ibu Dhara Hubayastuti, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan pertama Perpusnas. Dalam pembukaan, ia memberikan informasi mengenai renovasi perpustakaan yang telah dilakukan dan profil sejarah perpustakaan tersebut. Renovasi ini mengusung konsep coworking space dan bertujuan untuk meningkatkan layanan perpustakaan. Ibu Kiki Sabrina A. dari Perpusnas menjelaskan tujuan kunjungan ini adalah untuk supervisi rutin dan pembinaan perpustakaan khusus secara berkelanjutan. Ia mengapresiasi fasilitas dan layanan Perpustakaan Bappenas, namun juga menekankan pentingnya fungsi perpustakaan sebagai repositori institusi yang perlu ditingkatkan. Selain itu, Bapak Muhamad Rio Irwinsyah dari Perpusnas menambahkan bahwa sanksi pemblokiran permintaan ISBN bisa diterapkan jika unit kerja tidak menyerahkan bahan pustaka ke perpustakaan sebagai mana amanat UU No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak. Rapat ini ditutup dengan apresiasi dari pihak Bappenas yang merasa terbantu dengan kegiatan pembinaan ini dan berharap adanya kerjasama lebih lanjut. Perpustakaan Bappenas juga telah berhasil memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 3171064A2000006 sebagai langkah awal menuju akreditasi.



Ekspose Hasil Pelestarian Naskah Kuno Nusantara


Tanggal 19 September 2022, Kementerian PPN/Bappenas Perpustakaan Bappenas mengikuti acara Ekspose Hasil Pelestarian Naskah Kuno Nusantara di Perpustakaan Nasional Salemba. Narasumber pada acara tersebut adalah Bapak Amich Alhumami (Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas), Bapak Oman, Bapak Ahmad Maskuri dan Bapak Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional RI).
Secara umum, acara ini membahas mengenai pentingnya dan tata cara pengelolaan naskah kuno. Naskah kuno harus dilestarikan agar usia naskah lebih panjang dan informasi yang terkandung didalamnya masih dapat diakses. Pemeliharaan naskah kuno diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sebagai perwujudan stakeholder engagement. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perawatan naskah kuno. Berbagai upaya alih format juga diupayakan untuk dapat melestarikan informasi yang terkandung di naskah kuno. Pemerintah melalui Perpustakaan Nasional dengan unit kerja Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara sudah mencatat kurang lebih 580 naskah kuno dari 24 kolektor. Bagi masyarakat yang mendaftarkan naskah kuno akan dilakukan proses selanjutnya berupa verifikasi, validasi dan penilaian, serta pemberian penghargaan. Pak Syarif Bando menegaskan bahwa keberadaan naskah kuno harus dilestarikan dan dijaga karena sudah banyak perburuan naskah kuno, sedangkan kita tahu bahwa Indonesia memiliki peradaban tertua. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang baik antara Pemerintah-Masyarakat dalam melestarikan naskah kuno agar bangsa Indonesia tidak menjadi bangsa yang tertinggal dengan negara lain. Kementerian PPN/Bappenas sudah mencatat upaya ini kedalam salah satu Modal Sosial Budaya dalam Pengarusutamaan RPJMN IV 2020-2024 dan memasukkan dalam salah satu agenda pembangunan RPJMN IV 2020-2024 yaitu Meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, serta Revolusi mental dan Pembangunan Kebudayaan yang diwujudkan dalam Program Prioritas 2. Meningkatkan Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan, salah satunya Kegiatan Prioritas 1. Revitalisasi dan aktualisasi nilai budaya dan kearifan lokal, dan dengan Program Prioritas Nasional : Perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan nilai budaya, tradisi, sejarah dan kearifan lokal. Semoga dengan disusunnya kebijakan serta turut digandengnya masyarakat dalam hal pemeliharaan naskah kuno, akan terlestarikannya naskah kuno dan dapat dimanfaatkan informasi kearifan lokalnya untuk kemaslahatan manusia. Menata masa depan, merawat masa silam.



Kunjungan Bapak Sesmen PPN/Settama Bappenas ke Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas


Tanggal 25 Agustus 2022 Pada Kamis, 25 Agustus 2022, kami menerima kunjungan singkat Bapak Sesmen PPN/Settama Bappenas – Bapak Taufik Hanafi, didampingi oleh Kepala Biro Umum – Bapak Oktorika, beserta staf lainnya. Kunjungan diterima oleh Ibu Dedeh Heni Herlina selaku Koordinator Perpustakaan dan Kearsipan. Dalam kesempatan yang baik ini, koordinator menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Perpustakaan dan Kearsipan. Untuk Perpustakaan sudah mengusulkan untuk dilakukan perubahan desain ruang baca agar nyaman dan ditunjang dengan furniture yang sesuai, serta kemajuan kegiatan Pojok Perpustakaan yang berlokasi di Kantor Bappenas Rasuna Said di Lantai 19 yang saat ini sudah berjalan dan banyak pemustaka yang turut datang ke Pojok Perpustakaan, harapan kedepannya agar Pojok Perpustakaan mendapatkan alokasi ruangan / tempat khusus di Lantai 1 dekat lobi utama bersamaan dengan pembangunan co-working space yang saat ini sedang direncanakan, serta kegiatan-kegiatan keperpustakaan lainnya seperti perawatan bahan pustaka juga turut disampaikan. Untuk Kearsipan Ibu Koordinator menyampaikan bahwa sarana dan prasarana perlu mendapatkan perhatian yang serius, Gedung Arsip yang berlokasi di Mampang Prapatan masing sering terjadi kebocoran, diperlukannya ruang/Gedung transit arsip tambahan, mengingat rumah transit arsip yang saat ini sudah disewa sudah tidak bisa menampung arsip lagi, serta masih diperlukan sarana rak statis arsip. Dengan dilengkapinya dengan sarana dan prasarana yang memadai diharapkan tata Kelola perpustakaan dan kearsipan akan lebih baik di masa datang. Bravo Perpustakaan dan Kearsipan.!



Penyampaian Hibah Buku oleh Pemustaka


Pada Jumat, 27 Mei 2022 Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas yang berlokasi di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Gedung Madiun, Lantai 2 menerima kunjungan salah satu pemustaka yang juga Perencana Utama di Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam – Bapak Hanan Nugroho. Beliau menghibahkan sejumlah 5 (lima) eksemplar karyanya yang berjudul : 1. Napas Panjang untuk Koto Panjang 2. Oleh-Oleh dari Kyoto 3. Kembara Tiga Benua: Kisah Eropa, Amerika, Asia 4. Pembangunan Energi dan Pertambangan Indonesia: Kebijakan dan Tantangannya 5. Beberapa Pemikiran Mengenai Pembangunan Industri Gas Bumi Indonesia (Some Thoughts On Indonesian Natural Gas Industry Development). Kami sangat mengapresiasi sekali atas hibah bahan pustaka ini, semoga buku ini dapat memperkaya koleksi bahan pustaka yang Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas miliki saat ini, dan menjadi angin segar bagi para pemustaka lainnya. Salam sehat selalu Pak Hanan, Salam Literasi !



Dirgahayu Perpustakaan ke 41 Tahun


Senin tanggal 17 Mei 2021 diperingati sebagai Hari Buku Nasional berdasarkan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980. Kemajuan teknologi dan penggunaan pegawai tentunya memberikan kita kenyamanan serta kemudahan untuk mengakses informasi secara ringkas dan cepat, namun buku akan selalu menjadi jendela dalam membuka wawasan dan pengetahuan, Semoga Hari Buku Nasional ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi, terutama di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas.



Sharing Knowledge tentang Indonesia One Search oleh Perpustakaan Nasional RI


Pada tanggal 30 Oktober 2019 Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kementerian PPN/Bappenas mengadakan sharing knowledge terkait pengembangan aplikasi perpustakaan dengan mengundang narasumber dari Perpustakaan Nasional Didik Pribadi dan peserta rapat dari internal Kementerian PPN/Bappenas. Dalam sharing knowledge ini memperkenalkan Indonesia One Search (IOS) yang dibangun oleh Perpusnas, sepertinya layak dijadikan salah satu sarana untuk mempromosikan produk-produk Bappenas yang sangat beragam dan berbagai subjek. Hal tersebut yang menjadi dasar pemikiran kami untuk bergabung dengan Indonesia One Search (IOS), sehingga koleksi bahan pustaka yang tersedia di Perpustakaan Kementerian PPN/Bappenas dan/atau Kementerian PPN/Bappenas dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Pak Didik menyampaikan bahwa IOS yang pertama kali dibangun pada tahun 2015, merupakan satu pintu pencarian yang dapat memudahkan pencarian bahan pustaka dari perpustakaan, museum dan arsip serta sumber elektronik lainnya di Indonesia tanpa membuka website dari masing-masing repositori. Ini merupakan amanat dari UU No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan untuk mengatasi masalah-masalah antara lain: 1. Disjoined collection (koleksi yang tidak saling terhubung). 2. Biaya vs Pemanfaatan, biaya mahal tetapi tidak sebanding dengan pemanfaatan, dikarenakan aksesnya terbatas; 3. Ketimpangan Informasi, maksudnya sebaran koleksi sangat timpang, misalnya - daerah jawa yang sangat banyak dibanding dengan Papua, oleh karena itu dengan IOS diharapkan dapat mengakses koleksi yang ada di perpustakaan yang tergabung dalam IOS. Untuk pertukaran data menggunakan OAI-PMH, jadi aplikasi apapun yang support OAI-PMH dapat bergabung dalam IOS. IOS hanya mengambil metadatanya saja, pdf dapat juga diambil tergantung setting-an repositori lembaganya pada saat mendaftarkan pertama kali. Sasaran pertama kali IOS disusun yaitu repositori Perguruan Tinggi, karena untuk mendukung riset, namun seiring perkembangan jaman dan kebutuhan bahwa Kementerian / Lembaga maupun instansi lain juga menerbitkan bahan terbitan yang dapat memperkaya koleksi perpustakaan maka saat ini juga banyak instansi yang bergabung dalam IOS. Dalam hal ini IOS sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebermanfaatan dari koleksi bahan pustaka yang dimiliki oleh Perpustakaan Bappenas karena hanya dari satu pintu pencarian, sehingga patut dipertimbangkan namun tetap mengikuti arahan pimpinan dan jika bergabung dengan IOS, maka dokumen-dokumen/produk-produk yang dibuat oleh Bappenas akan tercatat dalam repositori dan dapat dimanfaatkan oleh stakeholders baik didalam ataupun di luar lingkungan Kementerian PPN/Bappenas.



Sosialisasi Undang-Undang Nomor 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam


Pada hari Jum’at 22, November 2019 bertempat di Ruang Oria 1, Hotel Oria Lt. 2 Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kementerian PPN/Bappenas mengadakan pertemuan dengan unit kerja yang ada di Kementerian PPN/Bappenas yang bertujuan untuk mensosialisasikan tentang peraturan perundang-undangan No. 13 Tahun 2018 dimana UU ini bertujuan untuk membangun kesadaran lembaga untuk menyerahkan karya terbitan yang dihasilkan, dalam rangka melestarikan informasi, turut menghindarkan dari bahaya dan sebagai koleksi terbitan nasional yang akan disimpan oleh Perpustakaan Nasional sebagai deposit karya bangsa. Ini merupakan tindak lanjut dari monitoring atas implementasi UU No.13 tahun 2018 yang dilakukan pada 24 Oktober 2019 yang lalu. Perpustakaan Nasional RI yang diwakili oleh Ibu Prita dan Ibu Tatat menyampaikan Perpustakaan Nasional diberi tugas untuk mengkoordinasikan pengumpulan karya cetak dan karya rekam yang dihasilkan oleh Lembaga Negara dan Lembaga Daerah. Perpustakaan Nasional dalam rangka melaksanakan pembinaan terhadap semua jenis perpustakaan mendorong pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam dilingkungan Perpustakaan Khusus Pusat Lembaga Negara wajib menyerahkan 1 eksemplar dari setiap judul karya cetak dan atau 1 salinan karya rekam kepada Perpustakaan Khusus Pusat di Lembaga sebagai fungsi Repositori Institusi. Karya yang diserahkan berbentuk : Karya Cetak (Intelektual &/artistik diterbitkan; bentuk cetak untuk umum); Karya Rekam : Intelektual &/artistik direkam (audio/visual); bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal untuk umum dan penyerahan Karya Cetak untuk Perpustakaan Nasional 2 Eks/Judul, 3 bulan setelah terbit untuk Perpustakaan Propinsi 1 Eks/Judul, 3 bulan setelah terbit. Penyerahan Karya Rekam untuk Perpustakaan Nasional 1 Salinan/Judul, 1 tahun setelah publikasi, 3 bulan setelah publikasi dan Perpustakaan Propinsi 1 Salinan/Judul, 1 tahun setelah publikasi, 3 bulan setelah publikasi Layanan ISBN ( International Standard Book Number) dibangun oleh sederetan angka dimana struktur angka mempunyai arti yang berbeda. Manfaat ISBN membantu dalam bidang layanan perpustakaan. Hanya ada di Indonesia setiap dosen peneliti harus membuat tulisan berdasarkan ISBN berguna untuk kenaikan pangkat/jabatan. Adapun perihal lain dalam UU No. 13 tahun 2018 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam disahkan dan diundang – undangkankan tanggal 28 Desember 2018 terdiri dari 8 Bab dan 36 Pasal. Dalam hal ini tidak ada sanksi pidana oleh sebab itu Indeks Kepatuhan akan dibuat untuk Kementerian/Lembaga dengan adanya Pendanaan APBN, APBD, dan dana lain yang sah. Serta peran bpk/ibu dalam Menyerahkan KCKR yang dihasilkan, Menyerahkan koleksi pribadi untuk membangun budaya literasi melalui pendayagunaan koleksi serah simpan. ( bit.ly/SosialisasiKaryaCetakKaryaRekam )



Monitoring Pelaksanaan Undang-undang Nomor 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam


Dalam rangka Pemantauan Undang-undang No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam oleh Perpustakaan Nasional RI. Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kementerian/PPN Bappenas mendapat kunjungan dari Perpustakaan Nasional pada Kamis, 24 Oktober 2019. Dimana dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang dibahas antara lain; Perpustakaan Nasional RI yang diwakli oleh Rizki Bustomi dan Rezky Putra Dejey dari Direktorat Deposit Perpustakaan Nasional RI melakukan monitoring pelaksanaan UU No.13 tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Bahwa dari catatan Perpustakaan Nasional, Kementerian PPN/Bappenas sejak tahun 2012-2019 terdapat 278 eksemplar bahan terbitan yang ber-ISBN yang belum diserahkan ke Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jakarta sebagaimana amanat dari UU No.13 tahun 2018 Bab II Pasal 4 “Setiap Penerbit wajib menyerahkan 2 (dua) eksemplar dari setiap judul Karya Cetak kepada Perpustakaan Nasional dan 1 (satu) eksemplar kepada Perpustakaan Provinsi tempat Domisili Penerbit”. Perpustakaan Nasional juga berencana akan membekukan akun pemohon ISBN yang tidak menyerahkan bahan terbitannya, jika akan meminta ISBN untuk terbitan selanjutnya maka akan dibekukan/ditolak, dan peraturannya akan segera terbit. Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kementerian PPN/Bappenas akan melalukan tindak lanjut dari pemantauan pelaksanaan UU No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam antara lain; - Mengirimkan nota dinas dari kapusdatin yang ditujukan ke unit kerja pemohon nomor -ISBN di Kementerian PPN/Bappenas untuk memohon agar menyerahkan bahan terbitan ke Pusdatin renbang untuk diteruskan ke Perpustakaan Nasional. - Perpustakaan Nasional mengharapkan agar Kementerian PPN/Bappenas dalam hal penyerahan bahan terbitan ber-ISBN dilakukan terpusat. - Dan langkah selanjutnya dapat dilakukan sosialisasi UU No.13 tahun 2018 kepada seluruh unit kerja di Kementerian PPN/Bappenas.